Pakai Baju Adat Sulawesi Utara, Kepala Syahbandar Maccini Baji Pimpin Upacara Harhubnas

  • 0

Pakai Baju Adat Sulawesi Utara, Kepala Syahbandar Maccini Baji Pimpin Upacara Harhubnas

Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas II Maccini Baji menggelar upacara peringatan Hari Perhubungan Nasional di Pelabuhan Maccini Baji, Labakkang, Selasa (17/9/2019).

Steady Lantang beserta seluruh jajaran Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas II Maccini Baji terlihat memakai pakaian adat. Budaya pakai baju adat ini sudah diterapkan beberapa waktu lalu untuk setiap Selasa.

Steady mengenakan baju adat Sulawesi Utara dengan warna merah disertai corak emas. Ia juga memakai kain dan kopiah kepala khas Sulawesi Utara.

Hari perhubungan nasional kita peringati setiap tanggal 17 September. Makna mendalam untuk intropeksi di sektor kemenhub. Keragaman dan perbedaan, tugas-tugas pelosok atas insan perhubungan dan tugas-tugas mulia untuk memajukan sektor pariwisata prioritas.


  • 0

Ratusan Orang Ikut Gerakan Bersih Laut dan Pantai di Pangkep

Ratusan warga dari berbagai kalangan ikut serta membersihkan pantai di Dermaga Maccini Baji, Kelurahan Pundata Baji, Kecamatan Labakkang, Kabupaten Pangkep, Kamis (12/9/2019). Kegiatan ini bagian dari Gerakan Bersih Laut dan Pantai dari Kementerian Perhubungan.

Kepala Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas II Maccini Baji, Steady Lantang, mengatakan Gerakan Bersih Laut dan Pantai dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia dalam rangka Hari Perhubungan Nasional. Kegiatan ini dicatat masuk dalam rekor MURI.

“Dari data peserta, yang hadir di sini 700 orang lebih. Pesertanya dari kami sendiri UPP Maccini Baji, kepolisian, TNI, PT Semen Tonasa dan pelajar dari SD sampai SMA,” kata Steady.
Kegiatan ini mengambil tema ‘Laut Bersih Bikin Baper’. Steady menyebut tujuan kegiatan untuk mengurangi sampah plastik di pantai dan laut. Dari data Badan Pusat Statistik, sampah plastik di Indonesia mencapai 64 juta ton per tahun, dimana sebanyak 3,2 juta ton merupakan sampah plastik yang dibuang ke laut dan berbahaya bagi keberlangsungan ekosistem di laut.

“Kegiatan ini bertujuan mengedukasi masyarakat untuk mengurangi dan tak lagi membuang sampah plastik, khususnya di laut. Mari menjaga kebersihan lingkungan dan mempertahankan apa yang kita lakukan hari ini,” ucapnya.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Kami berharap kegiatan ini meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan pantai dan laut kita,” kata Abbas.

Kepala Dinas Perhubungan Pangkep, Abbas Hasan, yang mewakili Bupati Pangkep menyampaikan apresiasi pemerintah daerah terhadap kegiatan ini. Menurutnya sebagai kabupaten dengan wilayah 60 persen laut, seluruh pihak tidak boleh abai terhadap masalah kelautan.

Sumber : makassar.sindonews.com


  • -

Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas II Maccini Baji

               Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas II Maccini Baji yang beralamat di Pelabuhan Maccini Baji, Kel. Pundata Baji, Kec. Labakkang, Kab. Pangkajene dan Kepulauan, Prov. Sulawesi Selatan merupakan salah satu Unit Pelaksana Teknis (UPT) di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Perhubungan melalui Direktur Jenderal Perhubungan Laut yang mempunyai Tugas Pokok dan Fungsi yang ditetapkan dalam Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM. 62 tahun 2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan yang sebagaimana terakhir telah diubah menjadi Peraturan Menteri Nomor PM 77 Tahun 2018 yaitu melaksanakan pengaturan, pengendalian, dan pengawasan kegiatan kepelabuhan, keselamatan dan keamanan pelayaran pada pelabuhan, serta penyediaan dan pelayanan jasa kepelabuhan yang belum diusahakan secara komersial.

             Secara Geografis Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas II Maccini Baji terletak di koordinat 4°46’29.2″ LS , 119°29’32.6″ BT kurang lebih  65 kilometer dari Kota Makassar. Masuk ke dalam wilayah Kecamatan Labakkang, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Sulawesi Selatan. Wilayah Kerja Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas II Maccini Baji berjumlah 12 (dua belas) wilayah kerja (Wilker) yang tertuang dalam Peraturan Menteri nomor PM 77 Tahun 2018 tentang Perubahan Ketiga Atas Peraturan Menteri Perhubungan Nomor KM 62 Tahun 2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan.

              Wilker Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas II Maccini Baji meliputi 1 (satu) wilker berada di daratan (Wilker Biringkassi) dan 11 (sebelas) wilker berada di kepulauan (Wilker Pulau Sabutung, Balang Lompo, Dewakang Lompo, Doang-doangang Caddi, Kalukalukuang, Pamantauan, Balobaloang, Longkoitang, Sapuka, Sailus dan Kapoposang Bali) yang tersebar di 5 (lima) kecamatan (Pangkajene, Liukang Tupabbiring, Liukang Tupabbiring Utara, Kalukuang Masalima dan Liukang Tangaya) dengan luas wilayah perairan 11.464,44 km2 (berdasarkan analisis Bakosurtanal), dan merupakan alur pelayaran Internasional/Alur laut kepulauan Indonesia (ALKI)-II.

               Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) merupakan salah satu kabupaten di Propinsi Sulawesi Selatan dengan wilayah yang cukup luas dan terdiri atas tiga dimensi perwilayahan yaitu daratan, kepulauan, dan pegunungan. Dimensi ruang tersebut sangat mewarnai kehidupan penduduknya dengan profesi yang beraneka ragam seperti petani, nelayan, pegawai, pekerja tambang, pedagang, dan kegiatan jasa lainnya. Wilayah yang sangat luas yang terdiri atas kota, daerah daratan, dan pulau-pulau yang cukup jauh letaknya mengakibatkan peranan jasa perhubungan utamanya sub-sektor perhubungan laut sangat penting untuk memobilisasi penduduk khususnya yang bertempat tinggal di pulau-pulau yang berjumlah 117 buah. Keterisolasian daerah dapat diatasi dengan penyediaan jasa perhubungan baik yang dilaksanakan oleh pemerintah maupun swasta yang secara bersama-sama memberi pelayanan sehingga masyarakat di daerah ini dapat menikmati hasil-hasil pembangunan dan turut serta berperan dalam pembangunan.


  • 0

Pisah Sambut Pejabat Lama dan Pejabat Baru Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas III Biringkassi – Agustus 2018

Rabu (15/8) bertempat di Ruang Rapat Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas III Biringkassi telah berlangsung penandatanganan berita acara serah terima jabatan dan pisah sambut Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas III Biringkassi dari H. Muhammad Adam Sabri T, SE., MM. kepada Mewawaty Agustini SH., MM., H. Muhammad Adam Sabri T, SE., MM. yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas III Biringkassi menjadi Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas III Pulau Bunyu. Sementara Mewawaty Agustini SH., MM. yang sebelumnya menjabat sebagai Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas III Toli-toli menggantikan posisi H. Muhammad Adam Sabri T, SE., MM. sebagai Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas III Biringkassi.

Muhammad Adam Sabri T, SE., MM. dalam sambutannya, berharap dan berpesan kepada Kepala Kantor yang baru dan seluruh pegawai untuk terus melanjutkan program-program kerja yang selama ini belum terealisasi dan meningkatkan yang sudah berjalan. “Selalu ikuti perintah dan arahan pimpinan untuk kemajuan Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas III Biringkassi”, pintanya.

Pada kesempatan yang sama Mewawaty Agustini SH., MM. selaku Kepala Kantor yang baru dalam sambutannya mengatakan siap akan melanjutkan dan meningkatkan program-program kerja yang sudah berjalan maupun yang belum terealiasasi sebagai tugas dan amanahnya yang diemban, tentu dengan dukungan dari pejabat setempat dan seluruh pegawai Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas III Biringkassi.

Sementara Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas III Biringkassi Mewawaty Agustini SH., MM. mengharapkan semua pemangku kepentingan di Pelabuhan Biringkassi beserta Pelabuhan-Pelabuhan yang termasuk wilayah kerja Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas III Biringkassi bisa bersinergi untuk membuat layanan di pelabuhan lebih baik lagi. Selalu jaga profesionalisme, peralatan, mekanisme dan kekompakan dalam menjalankan tugas sesuai perintah khusus dari Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas III Biringkassi, imbuhnya.


  • 0

Perayaan Acara Puncak Hari Jadi Kabupaten Pangkep yang ke-57 di Pulau Camba-cambang

Hari Jadi Kabupaten Pangkep ke-57 Tahun 2017 diperingati berbeda dan lebih meriah. Kali ini puncak perayaan Ulang Tahun Kabupaten yang menjadi sentra bandeng ini dilehat pada hari Rabu (1/3/2017) di Pulau Camba-cambang, Kecamatan Liukang Tupabbiring, Kabupaten Pangkep, Sulsel. Acara tersebut dihadiri oleh Gubernur Sulawesi Selatan, Bapak Dr. H. Syahrul Yasin Limpo, SH., M.Si., MH dan Bupati Kabupaten Pangkajene Kepulauan, Bapak H. Syamsuddin Hamid, SE beserta rombongannya.

Khususnya Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas III Biringkassi yang diberi kehormatan untuk mengantar Gubernur Sulawesi Selatan, Bapak Dr. H. Syahrul Yasin Limpo, SH., M.Si., MH dan Bupati Kabupaten Pangkajene Kepulauan, Bapak H. Syamsuddin Hamid, SE beserta rombongan bertolak ke Pulau Camba-Cambang dari Pelabuhan Maccini Baji menggunakan Kapal KN.P 373 milik Kantor Unit Penyelenggara Kelas III Biringkassi yang di nahkodai sendiri oleh Kepala Kantor Unit Penyelenggara Kelas III Biringkassi, Capt. Kristina Anthon, S.SiT.

Sebelum bertolak menuju Pulau Camba-Cambang, Capt. Kristina Anthon, S.Sit memberikan sambutan kemudian mempersilahkan Gubernur Sulawesi Selatan, Bapak Dr. H. Syahrul Yasin Limpo, SH., M.Si., MH dan Bupati Kabupaten Pangkajene Kepulauan, Bapak H. Syamsuddin Hamid, SE beserta rombongannya untuk naik di Kapal KN.P 373.

Acara di mulai, Gubernur Sulawesi Selatan, Bapak Dr. H. Syahrul Yasin Limpo, SH., M.Si., MH memberikan sambutan untuk warga Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan yang turut menghadiri acara tersebut. Dalam kesempatan ini Gubernur Sulawesi Selatan, Bapak Dr. H. Syahrul Yasin Limpo, SH., M.Si., MH menyerahkan sejumlah bantuan ke Kabupaten Pangkep berupa anggaran Rp 1 miliar, dua unit kapal, lima motor sampah, dan 1.000 bibit kelapa. “Bantuan ini dapat dimanfaatkan secara maksimal, khususnya dalam pengembangan dan pengelolaan pulau yang strategis. Sehingga, Pangkep dapat mengikuti jejak Selayar yang mendunia berkat Takabonerate,” tutur dia pada peringatan Hari Jadi Pangkep ke-57 di Pulau Camba Cambang.

Gubernur mengungkapkan, Kabupaten Pangkep memiliki banyak pulau potensial yang bisa dikembangkan menjadi daerah pariwisata. Ia meminta agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pangkep menyiapkan satu pulau khusus yang bisa dikembangkan bersama untuk skala internasional.

Tak lupa, Bapak Dr. H. Syahrul Yasin Limpo, SH., M.Si., MH menyampaikan apresiasi atas kemajuan Kabupaten Pangkep yang dicapai saat ini. Sementara itu, Bupati Pangkep, Bapak H. Syamsuddin Hamid, SE, mengatakan, peringatan Hari Jadi Pangkep sengaja dipusatkan di Pulau Camba Cambang, untuk ‎menunjukkan komitmen Pemkab Pangkep dalam membangun wilayah kepulauan.


  • 1

Seminar Pendahuluan Rencana Induk Pelabuhan Pulau Sailus, Pulau Balang Lompo, Pulau Sapuka, Pulau Sabutung, Pulau Kalukalukuang dan Pulau Balobaloang

eminar Laporan Pendahuluan RIP

Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) merupakan salah satu kabupaten yang berada di Propinsi Sulawesi Selatan. Pulau-pulau yang cukup jauh letaknya mengakibatkan peranan jasa perhubungan utamanya sub-sektor perhubungan laut sangat penting untuk memobilisasi penduduk. Maka dari itu demi meninggalkan keterisolasian daerah dapat diatasi dengan penyediaan jasa perhubungan baik yang dilaksanakan oleh pemerintah maupun swasta yang secara bersama-sama memberi pelayanan sehingga masyarakat di daerah ini dapat menikmati hasil-hasil pembangunan dan turut serta berperan dalam pembangunan.

Senin, 16 November 2015 di Ruang Rapat milik Kantor PT. Tonasa Lines yang beralamat di di Jl. Poros Pelabuhan Biringkassi, Kecamatan Bungoro adalah tempat digelarnya Seminar Pendahuluan Rencana Induk Pelabuhan Pulau Sailus, Pulau Balang Lompo, Pulau Sapuka, Pulau Sabutung, Pulau Kalukalukuang dan Pulau Balobaloang. Maksud dan tujuan dari Penyusunan Rencana Induk Pelabuhan yang dipaparkan oleh beberapa Konsultan yang diantaranya PT. Primatama Prima Konsultama, CV. Trimako Konsulindo, CV. Alymar Lestari Konsultan, PT. Global Madanindo Konsultan dan CV. Aliah Consulindo adalah untuk menyediakan pedoman perencanaan pembangunan dan pengembangan pelabuhan, serta sebagai acuan dalam pelaksanaan penanganan pelabuhan.

Untuk kesempurnaan dalam penyusunan Rencana Induk Pelabuhan, Kantor UPP kelas III Biringkassi sebagai pengguna telah mengundang beberapa instansi terkait seperti Bupati Pangkajene dan Kepulauan, Kepala Otoritas Pelabuhan Makassar, Kepala Dinas BAPEDDA Pangkajene dan Kepulauan, Kepala Dinas BPS Pangkajene dan Kepulauan, Kepala Dinas BLHD Pangkajene dan Kepulauan, Kepala Dinas Tata Ruang Pangkajene dan Kepulauan, Kepala Dinas Perhubungan dan Komunikasi Pangkajene dan Kepulauan, Kepala Dinas Perhubungan dan Komunikasi Sulawesi Selatan serta Camat, Lurah dan Tokoh-Tokoh dari masing-masing Pulau yang bersangkutan untuk memberikan kritik dan saran.

Laporan-Pendahuluan--(12)

Rencana Induk Pelabuhan (RIP) merupakan sinkronisasi antara rencana pengembangan dan pembangunan pelabuhan dengan tata ruang wilayah daerah setempat untuk ditetapkan sebagai standar perencanaan pembangunan dan pengembangan pelabuhan jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang. Induk Pelabuhan bisa dikatakan bagian vital untuk Pulau Sailus, Pulau Balang Lompo, Pulau Sapuka, Pulau Sabutung, Pulau Kalukalukuang dan Pulau Balobaloang demi menunjangnya peningkatan Ekonomi, Pendidikan, Sosial, Kesehatan, Pertanian, Perikanan serta Pariwisata.

Ada tiga tahapan seminar dalam menyusun Rencana Induk Pelabuhan, Yang pertama Seminar Pendahuluan yang banyak membicarakan maksud dan tujuan Induk Pelabuhan serta filosofi kepelabuhanan. Lanjutan dari Seminar Pendahuluan yaitu Seminar Antara. Seminar Antara banyak membicarakan proyeksi pertumbuhan penduduk, proyeksi pertumbuhan indikator perekonomian, proyeksi pertumbuhan jumlah kapal yang sandar, proyeksi arus penumpang masuk dan keluar pulau dan analisa rencana pengembangan dermaga. Kemudian yang ketiga atau terakhir yaitu Seminar Draft Akhir yang akan menghasilkan produk berupa gambar atau Lay-Out Pelabuhan. Ketiga tahapan seminar tersebut tidak lepas dari masukan-masukan yang diberikan oleh beberapa Instansi terkait yang telah hadir